Adrenocorticotropic Hormone (ACTH): Peran, Mekanisme, dan Implikasinya bagi Kesehatan

Table of Contents

 

Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) Peran, Mekanisme, dan Implikasinya bagi Kesehatan

INFOLABMED.COM - Adrenocorticotropic Hormone (ACTH), atau dikenal sebagai kortikotropin, adalah hormon yang disekresikan oleh kelenjar pituitari anterior sebagai respons terhadap stres. 

Hormon ini merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol, hormon glukokortikoid yang berperan penting dalam metabolisme dan respons imun tubuh.

Baca juga : Pentingnya Hormon Kesuburan Pria dalam Kesehatan Reproduksi

Kadar ACTH dalam darah menunjukkan variasi diurnal, dengan puncak antara pukul 6 dan 8 pagi, serta titik terendah antara pukul 6 dan 11 malam. 

Pemeriksaan kadar ACTH, bersama dengan kadar kortisol, digunakan untuk mengevaluasi disfungsi korteks adrenal. 

Misalnya, pada penyakit Addison, di mana korteks adrenal hipoaktif dan menghasilkan kadar kortisol yang rendah, kelenjar pituitari anterior meningkatkan pelepasan ACTH untuk merangsang produksi kortisol. 

Sebaliknya, jika kelenjar adrenal memproduksi kortisol secara berlebihan, seperti pada tumor adrenal, kadar ACTH akan menurun sebagai respons dari kelenjar pituitari terhadap kadar kortisol yang tinggi.

Nilai normal ACTH berkisar antara 6,0–76,0 pg/mL (1,3–16,7 pmol/L). 

Peningkatan kadar ACTH dapat mengindikasikan penyakit Addison, sindrom ACTH ektopik, adenoma hipofisis, atau penyakit Cushing pituitari

Penurunan kadar ACTH dapat mengindikasikan sindrom Cushing, hipopituitarisme, atau hiperfungsi adrenokortikal primer.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar ACTH meliputi olahraga, tidur, dan stres. 

Pengujian ACTH sebaiknya dilakukan setidaknya satu minggu setelah prosedur diagnostik yang menggunakan bahan radioaktif. 

Obat-obatan seperti amfetamin, kalsium glukonat, kortikosteroid, estrogen, etanol, litium karbonat, dan spironolakton dapat menurunkan kadar ACTH.

Sebelum pengujian, pasien disarankan untuk menjalani diet rendah karbohidrat selama 48 jam dan berpuasa serta membatasi aktivitas fisik selama 10 hingga 12 jam. 

Pengambilan sampel darah biasanya dilakukan pada pagi hari, dengan sampel kedua diambil pada malam hari jika dicurigai hipersekresi ACTH. 

Setelah pengambilan, sampel harus segera ditempatkan dalam es, diberi label, dan dikirim ke laboratorium untuk analisis.

Baca juga : Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone, GH), Hormon Pertumbuhan Manusia (Human Growth Hormone, hCG) (Serum) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Pemeriksaan kadar ACTH yang akurat sangat penting untuk diagnosis dan manajemen kondisi yang berkaitan dengan disfungsi adrenal. 

Pemahaman yang tepat tentang proses hormonal ini membantu dalam penanganan kondisi medis yang terkait.***

Sumber :

  • Wilson, D,D. (2008). Manual of Laboratory & Diagnostic Tests. Mc Graw Hill Medical : USA

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment