Ambulatory Electrocardiography: Pemantauan Jantung Holter dan Event Monitoring untuk Deteksi Dini Aritmia
INFOLABMED.COM - Ambulatory Electrocardiography (AECG) adalah teknik pemantauan aktivitas listrik jantung yang dilakukan saat pasien menjalani aktivitas sehari-hari.
Metode ini memungkinkan deteksi gangguan ritme jantung (aritmia) yang mungkin tidak terdeteksi dalam pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) rutin.
Metode Ambulatory Electrocardiography
1. Holter Monitoring
Holter monitoring adalah metode pemantauan jantung yang berlangsung selama 24 hingga 48 jam.
Prosedurnya melibatkan pemasangan elektroda kecil di dada pasien yang terhubung dengan perekam kecil yang dapat dibawa ke mana-mana.
Selama periode pemantauan, pasien diwajibkan mencatat aktivitas harian mereka serta gejala yang dirasakan, sehingga dokter dapat menganalisis hubungan antara aktivitas dan pola kelistrikan jantung.
2. Event Monitoring
Event monitoring digunakan untuk pasien yang mengalami gejala aritmia secara sporadis.
Perangkat ini lebih kecil dibandingkan Holter monitor dan dapat dilepas saat mandi.
Ketika pasien merasakan gejala, mereka harus menekan tombol "Record", yang akan merekam aktivitas listrik jantung selama 15 detik sebelum dan 1 menit setelah tombol ditekan.
Keunggulan Ambulatory Electrocardiography
- Pemantauan Berkelanjutan: Memungkinkan perekaman ritme jantung selama 24 hingga 48 jam atau lebih lama (pada event monitoring hingga 30 hari).
- Mendeteksi Aritmia: Dapat menangkap gangguan irama jantung yang mungkin tidak terdeteksi dalam pemeriksaan singkat di rumah sakit.
- Nyaman dan Non-Invasif: Pasien bisa tetap beraktivitas seperti biasa tanpa perlu tinggal di rumah sakit.
- Menjaga Keakuratan Rekaman: Pasien harus mencatat aktivitasnya secara rinci agar dokter dapat mencocokkan gejala dengan pola elektrokardiografi yang terjadi pada saat itu.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Beberapa faktor yang dapat mengganggu rekaman elektrokardiografi selama pemantauan meliputi:
- Gangguan Rekaman (Artifact): Pergerakan berlebihan atau kabel yang longgar dapat menyebabkan gangguan pada rekaman.
- Pemeliharaan Perangkat: Pasien harus menghindari kontak perangkat dengan air untuk mencegah kerusakan alat.
Prosedur Ambulatory Electrocardiography
1. Persiapan Sebelum Tes:
- Pasien diberi penjelasan mengenai tujuan dan prosedur pemeriksaan.
- Tidak perlu puasa sebelum menjalani tes.
- Pasien harus menjaga catatan aktivitas harian, situasi, dan waktu saat mengalami gejala.
2. Saat Pemantauan:
- Elektroda ditempelkan di dada pasien dan dihubungkan ke perangkat perekam kecil yang dapat digantung di leher atau sabuk.
- Pasien diminta melakukan aktivitas harian seperti biasa, tetapi harus menghindari kontak dengan air saat memakai alat (terutama pada event monitoring).
- Pasien akan menekan tombol “Record” saat merasakan gejala seperti jantung berdebar atau pusing. Perangkat akan merekam aktivitas listrik jantung sebelum dan sesudah tombol ditekan.
3. Setelah Tes:
- Elektroda dilepas setelah durasi pemantauan selesai (24–48 jam untuk Holter monitoring, 30 hari untuk event monitoring).
- Pasien harus menyerahkan hasil rekaman kepada dokter untuk dianalisis lebih lanjut guna menegakkan diagnosis yang akurat.
- Jika ditemukan kelainan, dokter akan menentukan perawatan atau tindakan medis yang sesuai.
Pentingnya Ambulatory Electrocardiography
Ambulatory electrocardiography sangat bermanfaat dalam mendiagnosis kelainan ritme jantung yang sulit terdeteksi melalui EKG konvensional. Beberapa manfaatnya antara lain:
- Mendeteksi gangguan ritme jantung yang jarang terjadi, seperti fibrilasi atrium atau takikardia ventrikel.
- Membantu evaluasi efektivitas pengobatan terhadap pasien dengan aritmia yang sudah mendapatkan terapi.
- Memantau efek obat-obatan yang digunakan untuk mengendalikan ritme jantung.
- Membantu dalam identifikasi faktor pemicu aritmia, seperti olahraga, stres, atau konsumsi kafein berlebihan.
Ambulatory Electrocardiography, baik dalam bentuk Holter Monitoring maupun Event Monitoring, merupakan teknologi penting dalam diagnosis dan pemantauan aritmia.
Dengan alat pemantauan yang portabel, pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa gangguan, sementara dokter mendapatkan data elektrokardiografi yang akurat untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.***
Post a Comment