Memahami Electrocardiography (ECG, EKG, Electrocardiogram): Prosedur, Interpretasi, dan Pentingnya dalam Diagnostik Jantung

Table of Contents

Memahami Electrocardiography (ECG, EKG, Electrocardiogram) Prosedur, Interpretasi, dan Pentingnya dalam Diagnostik Jantung


INFOLABMED.COM - Electrocardiography (ECG atau EKG) adalah metode perekaman aktivitas listrik jantung yang digunakan dalam diagnosis berbagai kondisi kardiovaskular. 

Pemeriksaan Electrocardiography bekerja dengan mendeteksi impuls listrik yang dihasilkan oleh jantung selama proses depolarisasi dan repolarisasi otot jantung. 

Baca juga : Ambulatory Electrocardiography: Pemantauan Jantung Holter dan Event Monitoring untuk Deteksi Dini Aritmia

Grafik hasil perekaman aktivitas ini disebut sebagai elektrodiagram atau ECG/EKG.

Bagaimana Electrocardiography Bekerja?

Elektroda pemantau ditempatkan pada tubuh pasien untuk mendeteksi sinyal listrik jantung. Pemeriksaan ECG standar yang sering digunakan adalah EKG 12 lead, yang melibatkan:

  • Tiga lead ekstremitas standar (I, II, III)
  • Tiga lead ekstremitas augmented (aVR, aVL, aVF)
  • Enam lead dada (V1 - V6)

Hasil perekaman ditampilkan pada kertas khusus dengan skala waktu standar, di mana setiap tanda pada grafik mewakili 0,04 detik

Hal ini memungkinkan dokter untuk mengukur durasi dan karakteristik gelombang ECG dengan akurat.

Komponen Utama dalam ECG

Elektrokardiogram terdiri dari beberapa gelombang yang mencerminkan berbagai aspek aktivitas listrik jantung, yaitu:

  • P wave: Menunjukkan depolarisasi atrium, dengan durasi normal ≤ 0,11 detik.
  • QRS complex: Menunjukkan depolarisasi ventrikel, dengan durasi 0,04 - 0,10 detik.
  • T wave: Menunjukkan repolarisasi ventrikel.
  • ST segment: Menunjukkan awal dari repolarisasi ventrikel.
  • PR interval: Waktu dari awal P wave ke awal Q wave (0,12 - 0,20 detik), menunjukkan konduksi dari atrium ke ventrikel.
  • QT interval: Durasi total depolarisasi dan repolarisasi ventrikel.

Pada beberapa kasus, U wave juga dapat terlihat, terutama pada pasien dengan hipokalemia.

Interpretasi Hasil ECG

Nilai Normal:

  • Ritme sinus normal
  • Gelombang ECG dalam rentang waktu normal

Kelainan yang Dapat Dideteksi:

  • Blok cabang bundle
  • Henti jantung
  • Gangguan konduksi
  • Disritmia
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Infark miokard akut
  • Iskemia miokard
  • Perikarditis
  • Hipertrofi ventrikel

Prosedur Pemeriksaan ECG

Persiapan Pasien:

  • Pasien dijelaskan mengenai tujuan pemeriksaan dan pemasangan elektroda.
  • Tidak diperlukan puasa sebelum tes.
  • Kulit tempat pemasangan elektroda dibersihkan dengan alkohol; jika perlu, dicukur agar elektroda melekat dengan baik.

Pelaksanaan:

  • Pasien berbaring dalam posisi supine atau semi-Fowler untuk pasien dengan masalah pernapasan.
  • Elektroda ditempatkan di:
    • Lengan kiri, lengan kanan, dan kaki kiri.
    • Elektroda dasar (grounding) di kaki kanan.
    • Enam elektroda tambahan pada dada.
  • Pasien diminta tetap diam selama perekaman berlangsung.
  • Banyak mesin ECG modern dapat merekam 12 lead secara simultan.

Setelah Pemeriksaan:

  • Elektroda dilepas dan kulit dibersihkan dari gel atau perekat.
  • Hasil ECG dianalisis oleh dokter.
  • Jika ditemukan abnormalitas, dokter akan memberikan tindak lanjut yang diperlukan.

Rekomendasi Pemeriksaan ECG

Menurut U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF), pemeriksaan ECG tidak disarankan sebagai skrining rutin pada individu dengan risiko rendah penyakit jantung koroner (CHD). 

Hal ini karena keterbatasan sensitivitas tes, yang dapat menghasilkan hasil negatif palsu.

Namun, ECG tetap menjadi alat penting untuk menilai risiko penyakit jantung pada pasien dengan faktor risiko tinggi, seperti:

  • Riwayat penyakit jantung
  • Hipertensi
  • Diabetes mellitus
  • Kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Obesitas

Electrocardiography (ECG/EKG) adalah pemeriksaan non-invasif yang sangat penting dalam mendiagnosis berbagai kondisi jantung. 

Meskipun tidak selalu digunakan sebagai skrining rutin pada individu dengan risiko rendah, ECG memiliki peran penting dalam mendeteksi kelainan jantung serta memantau kondisi pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular. 

Baca juga : Mengenal Carotid Artery Duplex Scan: Pemeriksaan Noninvasif untuk Mendeteksi Penyumbatan Arteri Karotis

Jika Anda mengalami gejala terkait gangguan jantung, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment