Bone Scan (Bone Scintigraphy): Prosedur, Manfaat, dan Hasil Pemeriksaan

Table of Contents

 

Bone Scan (Bone Scintigraphy) Prosedur, Manfaat, dan Hasil Pemeriksaan

INFOLABMED.COM - Bone Scan atau Bone Scintigraphy adalah prosedur pencitraan medis yang bertujuan untuk mendeteksi berbagai gangguan pada tulang, terutama kanker metastatik, patah tulang yang tidak terdeteksi oleh rontgen, serta gangguan degeneratif lainnya. 

Meskipun pemeriksaan ini sangat berguna, hasilnya tidak spesifik sehingga memerlukan tindak lanjut dengan tes lain jika ditemukan kelainan.

Baca juga : Bone Marrow Biopsy: Prosedur, Indikasi, dan Risiko yang Perlu Diketahui

Apa Itu Bone Scan?

Bone Scan adalah teknik pencitraan yang menggunakan zat radioaktif (radiopharmaceutical), biasanya technetium-99m, yang disuntikkan ke dalam tubuh melalui infus intravena. 

Zat ini akan menyebar ke tulang dan diserap oleh jaringan tulang yang aktif.

Setelah satu hingga tiga jam, kamera khusus bernama scintillation camera akan digunakan untuk mendeteksi radiasi dari tulang dan mengubahnya menjadi gambar dua dimensi dalam skala abu-abu. 

Area yang menyerap lebih banyak zat radioaktif akan tampak lebih gelap (hot spots), sedangkan area dengan sedikit atau tanpa penyerapan akan tampak lebih terang (cold spots).

Indikasi dan Manfaat Bone Scan

Bone Scan sering dilakukan untuk:

  • Mendeteksi kanker tulang metastatik
  • Mendiagnosis patah tulang yang tidak terlihat dalam rontgen biasa
  • Memantau progres penyakit tulang degeneratif seperti osteoarthritis
  • Mendiagnosis infeksi tulang (osteomielitis)
  • Mengevaluasi penyakit tulang metabolik seperti Paget’s disease
  • Mencari penyebab nyeri tulang yang tidak jelas

Prosedur Pemeriksaan Bone Scan

Sebelum Tes:

  • Pasien akan mendapatkan penjelasan mengenai prosedur dan menandatangani informed consent.
  • Tidak ada persiapan khusus seperti puasa sebelum tes.
  • Pasien perlu tetap diam saat pemeriksaan dilakukan.

Selama Tes:

  1. Pasien akan disuntik dengan technetium-99m melalui infus di pembuluh darah perifer.
  2. Pasien dianjurkan untuk minum 4 hingga 6 gelas air dalam rentang waktu sebelum pemeriksaan untuk membantu mengeluarkan zat radioaktif berlebih dari tubuh.
  3. Pasien perlu buang air kecil sebelum pemeriksaan untuk menghindari gangguan pencitraan dari kandung kemih.
  4. Pasien berbaring di meja pemeriksaan, dan kamera pemindai akan ditempatkan di atas tubuh untuk mengambil gambar aktivitas radionuklida dalam tulang.
  5. Dalam beberapa kasus, gambar dapat diambil segera setelah penyuntikan dan kemudian diulang 3 hingga 4 jam kemudian.

Setelah Tes:

  • Area suntikan akan diperiksa untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
  • Pasien dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi cairan untuk membantu mengeluarkan zat radioaktif melalui urin.
  • Hasil pemeriksaan akan dievaluasi oleh dokter spesialis radiologi dan diteruskan kepada dokter yang menangani pasien.

Interpretasi Hasil Bone Scan

Hasil Normal:

  • Distribusi zat radioaktif yang merata dalam jaringan tulang.

Hasil Abnormal:

  • Hot Spots (Area Gelap): Bisa mengindikasikan kanker tulang, patah tulang, arthritis, osteomielitis, atau penyakit Paget.
  • Cold Spots (Area Terang): Bisa disebabkan oleh gangguan suplai darah ke tulang (nekrosis tulang) atau beberapa jenis kanker tulang.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Bone Scan

  • Gerakan pasien saat pemeriksaan dapat mengganggu kualitas gambar.
  • Adanya infeksi atau peradangan bisa menyebabkan hasil yang sulit diinterpretasikan.

Efek Samping dan Kontraindikasi

Secara umum, Bone Scan aman dilakukan. Namun, ada beberapa pertimbangan:

  • Efek samping ringan seperti reaksi alergi terhadap zat radioaktif sangat jarang terjadi.
  • Pasien wanita yang sedang menyusui disarankan untuk tidak menyusui selama 3 hari setelah pemeriksaan.
  • Wanita hamil tidak diperbolehkan menjalani Bone Scan karena radiasi dapat berdampak pada janin.

Bone Scan adalah metode pencitraan yang efektif untuk mendeteksi berbagai gangguan pada tulang, termasuk kanker metastatik, infeksi, dan patah tulang tersembunyi. 

Baca juga ; OSTEOPOROSIS : Waspadai Gejala Osteoporosis Sejak Dini Dan Cara Pencegahannya - Fithrony Rizqika Catur Putra STIKes Nasional Surakarta

Meskipun memberikan gambaran yang jelas mengenai aktivitas metabolik dalam tulang, pemeriksaan ini memerlukan tes tambahan untuk mengonfirmasi diagnosis.

 Jika Anda mengalami nyeri tulang yang tidak jelas atau dicurigai memiliki kelainan tulang, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah Bone Scan diperlukan.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment