Brain Scan (Cerebral Blood Flow): Pemeriksaan Aliran Darah Otak untuk Diagnosis Medis
INFOLABMED.COM - Brain Scan atau pemindaian otak dengan teknik Cerebral Blood Flow (CBF) adalah prosedur medis yang digunakan untuk menilai aliran darah di otak.
Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi berbagai kondisi patologis seperti tumor otak, stroke, dan cedera otak traumatis.
Baca juga : Bone Scan (Bone Scintigraphy): Prosedur, Manfaat, dan Hasil Pemeriksaan
Meskipun metode ini telah banyak digantikan oleh CT scan dan MRI, Brain Scan masih menjadi alat diagnostik yang berguna, terutama dalam menilai kematian otak.
Apa Itu Brain Scan (Cerebral Blood Flow)?
Brain Scan menggunakan radionuklida untuk mengevaluasi sirkulasi darah di otak.
Biasanya, penghalang darah-otak (blood-brain barrier) mencegah radionuklida masuk ke jaringan otak.
Namun, pada kondisi patologis, penghalang ini dapat terganggu, menyebabkan radionuklida terakumulasi di area abnormal otak.
Indikasi Pemeriksaan Brain Scan
Brain Scan digunakan untuk mendeteksi berbagai kondisi, termasuk:
- Tumor otak
- Stroke (Cerebral Vascular Accident)
- Hematoma dan perdarahan otak
- Aneurisma otak
- Infeksi otak seperti abses
- Gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson
- Cedera otak akibat trauma
Prosedur Brain Scan
Persiapan:
- Tidak diperlukan puasa sebelum pemeriksaan.
- Pasien harus tetap diam selama prosedur berlangsung.
- Diberikan agen penghambat (potassium chloride) jika diperlukan.
- Tanda tangan informed consent diperlukan sebelum prosedur.
Pelaksanaan:
- Pasien berbaring telentang di meja pemeriksaan.
- Radionuklida seperti 99mTc disuntikkan melalui vena.
- Pemindaian pertama dilakukan segera setelah injeksi untuk menilai aliran darah otak.
- Pemindaian kedua dilakukan sekitar satu jam kemudian untuk melihat adanya jaringan patologis.
Setelah Pemeriksaan:
- Pasien dianjurkan minum banyak air untuk mempercepat pembuangan radionuklida.
- Area suntikan diperiksa untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau infeksi.
Hasil Brain Scan dan Interpretasinya
Nilai Normal:
- Aliran darah otak yang normal
- Distribusi radionuklida yang merata di seluruh otak
Hasil Abnormal Dapat Menunjukkan:
- Penyakit Alzheimer
- Tumor atau metastasis otak
- Perdarahan otak
- Stroke atau trombosis serebral
- Cedera otak akibat trauma
Kontraindikasi dan Risiko
Brain Scan tidak disarankan untuk:
- Wanita hamil atau menyusui
- Pasien dengan kondisi yang membuat mereka sulit berbaring diam
Jika pasien sedang menyusui, disarankan untuk menghentikan pemberian ASI selama sekitar 3 hari hingga radionuklida sepenuhnya keluar dari tubuh.
Brain Scan (Cerebral Blood Flow) adalah metode penting dalam diagnosis penyakit otak.
Meskipun penggunaannya telah berkurang dengan kemajuan teknologi seperti MRI dan CT scan, metode ini masih berguna dalam beberapa kasus medis, termasuk penilaian kematian otak.
Baca juga : Mengapa Bone Mineral Density (BMD, Bone Densitometry) Penting untuk Mencegah Osteoporosis?
Pasien yang menjalani prosedur ini harus memahami manfaat, risiko, dan langkah-langkah yang diperlukan sebelum dan sesudah pemeriksaan.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment