Cholangiography: Prosedur Radiologi untuk Visualisasi Saluran Empedu

Table of Contents

 

Cholangiography Prosedur Radiologi untuk Visualisasi Saluran Empedu

INFOLABMED.COM - Cholangiography adalah prosedur pencitraan medis yang digunakan untuk melihat saluran empedu dengan bantuan zat kontras. 

Prosedur Cholangiography membantu mendiagnosis berbagai kondisi seperti penyumbatan saluran empedu, batu empedu, atau tumor. 

Baca juga : Angiography: Metode Diagnostik Revolusioner untuk Visualisasi Pembuluh Darah

Ada tiga teknik utama dalam cholangiography, yaitu percutaneous transhepatic cholangiography (PTC), operative cholangiography, dan T-tube cholangiography.

1. Percutaneous Transhepatic Cholangiography (PTC)

Percutaneous Transhepatic Cholangiography (PTC) adalah pemeriksaan fluoroskopi yang menggunakan zat kontras berbasis yodium yang disuntikkan langsung ke dalam saluran empedu. 

Prosedur ini umumnya dilakukan pada pasien yang mengalami jaundice (kuning) akibat gangguan transportasi empedu dalam hati.

Indikasi:

  • Mendiagnosis jaundice obstruktif dan non-obstruktif
  • Mengevaluasi diameter dan aliran saluran empedu
  • Dilakukan jika prosedur endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) tidak memungkinkan atau gagal

Risiko:

  • Perdarahan
  • Peritonitis (radang pada lapisan perut)
  • Reaksi alergi terhadap zat kontras

Saat ini, ERCP lebih sering digunakan karena memiliki tingkat komplikasi yang lebih rendah dibandingkan Percutaneous Transhepatic Cholangiography (PTC).

2. Operative Cholangiography

Operative cholangiography dilakukan selama operasi kolesistektomi (pengangkatan kantung empedu). 

Sekitar 15% pasien dengan kolesistitis akut memiliki batu di saluran empedu, sehingga pemeriksaan ini sering dilakukan selama operasi. 

Jika ditemukan batu di saluran empedu bagian bawah, maka dapat dilakukan ERCP untuk mengangkatnya.

3. T-Tube Cholangiography

Setelah operasi eksplorasi saluran empedu, sering kali dipasang T-tube untuk membantu drainase empedu. 

Sekitar 7 hingga 10 hari pascaoperasi, pasien menjalani pemeriksaan T-tube cholangiogram untuk memastikan tidak ada sumbatan sebelum tabung dilepas.

Prosedur T-Tube Cholangiography:

  • Pasien berpuasa selama 4-6 jam sebelum prosedur
  • T-tube diklem sehari sebelum pemeriksaan jika diperlukan
  • Zat kontras disuntikkan melalui T-tube dan pergerakannya diamati menggunakan fluoroskopi

Interpretasi Hasil Pemeriksaan

Nilai Normal:

  • Diameter dan aliran saluran empedu normal
  • Tidak ada batu, penyempitan, atau obstruksi
  • Zat kontras mengalir dengan baik ke duodenum

Nilai Abnormal:

  • Sclerosis bilier
  • Karsinoma saluran empedu atau pankreas
  • Batu empedu (cholelithiasis)
  • Sclerosing cholangitis
  • Striktur saluran empedu

Persiapan Pasien dan Risiko Prosedur

Sebelum prosedur, pasien harus diperiksa kemungkinan alergi terhadap zat kontras, serta menghentikan konsumsi metformin dua hari sebelum prosedur untuk mencegah asidosis laktat. 

Pasien juga harus berpuasa sejak tengah malam sebelum pemeriksaan.

Setelah prosedur, pasien perlu dipantau selama 30 menit untuk mengantisipasi reaksi alergi terhadap zat kontras. 

Gejala seperti sesak napas, tekanan darah rendah, ruam, atau edema harus segera ditangani dengan peralatan resusitasi darurat.

Kontraindikasi Cholangiography

  • Wanita hamil, terutama jika bukan dalam periode menstruasi atau 12-14 hari setelahnya
  • Pasien dengan alergi terhadap yodium atau makanan laut
  • Pasien dengan kolangitis aktif
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah
  • Pasien dengan asites masif atau kondisi mental yang tidak memungkinkan prosedur dilakukan

Cholangiography adalah prosedur diagnostik yang penting dalam evaluasi gangguan saluran empedu. 

Dengan berbagai teknik seperti Percutaneous Transhepatic Cholangiography (PTC), operative cholangiography, dan T-tube cholangiography, dokter dapat menentukan penyebab penyakit dan memberikan pengobatan yang tepat. 

Baca juga : Mengenal Barium Enema: Pemeriksaan Penting untuk Usus Besar

Namun, prosedur ini memiliki risiko yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan alergi zat kontras dan komplikasi invasif.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment