Mengenal D-Xylose Absorption Test: Uji Penting untuk Gangguan Malabsorpsi

Table of Contents

Mengenal D-Xylose Absorption Test Uji Penting untuk Gangguan Malabsorpsi


INFOLABMED.COM - D-Xylose Absorption Test atau Xylose Tolerance Test adalah pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk menilai kemampuan usus halus dalam menyerap D-Xylose, sejenis monosakarida yang diekskresikan oleh ginjal. 

Tes D-Xylose Absorption membantu membedakan gangguan pencernaan akibat malabsorbsi, seperti penyakit Crohn dan celiac, dari gangguan maldigesti akibat disfungsi pankreas atau empedu.

Baca juga : Mengenal Struktur Histologi Ginjal dan Pentingnya bagi Fungsi Tubuh

Mengapa D-Xylose Absorption Test Dilakukan?

Tes ini digunakan untuk mendeteksi kelainan pada usus halus yang dapat menyebabkan malabsorpsi nutrisi. 

Kondisi yang dapat menyebabkan kadar D-Xylose dalam darah dan urine menurun meliputi:

  • Penyakit celiac (sprue)
  • Penyakit Crohn
  • Pertumbuhan bakteri berlebihan di usus
  • Iskemia mesenterika
  • Limfoma non-Hodgkin
  • Sprue tropis
  • Gastroenteritis virus
  • Penyakit Whipple

Sebaliknya, jika hasil tes menunjukkan kadar normal, malabsorbsi kemungkinan disebabkan oleh insufisiensi pankreas.

Nilai Normal Hasil Tes

  • Dewasa:
    • Serum: >25 mg/dL (2 jam setelah konsumsi D-Xylose)
    • Urine: >4 g dalam 5 jam
  • Anak-anak:
    • Serum: >20 mg/dL (1 jam setelah konsumsi D-Xylose)
    • Urine: 16-33% dari total D-Xylose yang dikonsumsi dalam 5 jam

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Tes

Beberapa faktor dapat memengaruhi hasil D-Xylose Absorption Test, di antaranya:

  • Aktivitas fisik yang berlebihan sebelum tes
  • Konsumsi obat-obatan seperti aspirin, atropin, diuretik, neomisin, dan glipizid
  • Pola makan yang mengandung pentosa dalam 24 jam sebelum tes (misalnya buah, selai, dan pastry)

Prosedur Pelaksanaan Tes

Sebelum Tes:

  1. Pasien harus berpuasa sejak malam sebelum tes.
  2. Tidak ada pembatasan air, bahkan dianjurkan untuk tetap terhidrasi.
  3. Obat yang dapat mengganggu hasil tes sebaiknya dihentikan 24 jam sebelum pemeriksaan.
  4. Pasien perlu menghindari makanan yang mengandung pentosa selama 24 jam sebelum tes.

Selama Tes:

  1. Pasien harus tetap dalam keadaan istirahat dan tidak mengonsumsi makanan atau minuman lain selain air dan larutan D-Xylose.
  2. Sampel darah pertama diambil sebelum konsumsi D-Xylose.
  3. Pasien mengonsumsi larutan D-Xylose dalam 250 mL air.
  4. Setelah 1 jam, pasien harus minum tambahan 250 mL air.
  5. Sampel darah diambil kembali setelah 2 jam pada orang dewasa dan 1 jam pada anak-anak.
  6. Urine dikumpulkan selama 5 jam setelah konsumsi D-Xylose.

Setelah Tes:

  1. Pasien dapat kembali mengonsumsi makanan dan minuman seperti biasa.
  2. Hasil tes akan dianalisis untuk menentukan ada tidaknya gangguan malabsorpsi.
  3. Jika hasil abnormal, dokter akan menentukan langkah diagnostik atau terapi selanjutnya.

Kontraindikasi D-Xylose Absorption Test

Tes ini tidak direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi berikut:

  • Dehidrasi berat
  • Gangguan fungsi ginjal yang signifikan

Efek Samping dan Tindakan Pencegahan

Beberapa pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan perut ringan atau diare setelah mengonsumsi D-Xylose. Namun, efek samping ini umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya.

D-Xylose Absorption Test adalah alat diagnostik yang berguna dalam menilai gangguan malabsorpsi di usus halus. 

Baca juga : Struktur Histologi Ginjal: Memahami Unit Penyaring yang Menjaga Keseimbangan Tubuh

Dengan memahami prosedur dan hasil tes ini, dokter dapat mengidentifikasi penyebab diare kronis dan gangguan pencernaan lainnya dengan lebih akurat.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment