Memahami Echocardiography: Teknik, Manfaat, dan Prosedur Pemeriksaan Jantung
INFOLABMED.COM - Echocardiography adalah salah satu metode pemeriksaan jantung yang menggunakan teknologi ultrasonografi noninvasif.
Pemeriksaan Echocardiography dilakukan dengan mengarahkan gelombang suara ke jantung melalui transduser yang ditempatkan di area dada tanpa adanya jaringan tulang atau paru-paru yang menghalangi.
Baca juga ; Memahami Doppler Studies: Ultrasonografi Doppler, Venous Doppler, dan Arterial Doppler dalam Diagnosis Penyakit Pembuluh Darah
Biasanya, transduser ditempatkan di ruang interkostal ketiga atau keempat di sebelah kiri sternum.
Teknik dalam Echocardiography
Echocardiography memiliki dua teknik utama:
- M-mode (motion-mode)
- Menggunakan satu sinar ultrasonik yang merekam pergerakan dan dimensi struktur intracardiac dalam bentuk linier.
- Dua Dimensi (cross-sectional)
- Menggunakan gelombang ultrasonik yang bergerak dalam busur untuk memberikan tampilan penampang jantung yang lebih luas.
- Informasi ini dikonversi menjadi gambar pada monitor dan biasanya direkam untuk analisis lebih lanjut oleh ahli kardiologi.
Manfaat dan Fungsi Echocardiography
Echocardiography sangat penting dalam menilai perubahan fungsional dan struktural jantung yang berkaitan dengan kondisi seperti gagal jantung akut dan sindrom koroner akut.
Selain itu, pemeriksaan ini dapat menghitung ejection fraction, yaitu persentase darah yang dipompa oleh ventrikel kiri dalam satu kontraksi, yang normalnya berada di kisaran 60%-70%.
Hasil Normal dan Kemungkinan Abnormalitas
Hasil Normal:
- Tidak ada kelainan pada ruang jantung, katup, aliran darah, atau otot jantung.
Kemungkinan Kelainan yang Terdeteksi:
- Tumor jantung
- Kardiomiopati
- Penyakit jantung bawaan (misalnya patent ductus arteriosus, transposisi pembuluh darah besar)
- Kelainan ruang jantung (misalnya defek septum atrium atau ventrikel)
- Infeksi jantung (endokarditis, perikarditis, subacute bacterial endocarditis)
- Sindrom Marfan
- Infark miokard
- Efusi perikardial
- Kelainan katup (stenosis, regurgitasi, atau prolaps katup mitral)
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan
Keakuratan hasil echocardiography dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Kualitas kontak transduser dengan kulit (menggunakan gel berbasis air untuk meningkatkan konduktivitas)
- Gerakan pasien selama pemeriksaan
- Adanya kelainan dinding dada atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- Obesitas yang dapat menghalangi transmisi gelombang suara
Prosedur Echocardiography
Sebelum Pemeriksaan:
- Pasien diberikan penjelasan mengenai tujuan dan prosedur tes.
- Tidak ada rasa sakit yang ditimbulkan dalam pemeriksaan ini.
- Tidak diperlukan puasa sebelum menjalani tes.
Selama Pemeriksaan:
- Pasien berbaring dalam posisi supinasi di meja ultrasonografi.
- Gel berbasis air dioleskan pada dinding dada.
- Transduser ditempatkan dan digerakkan untuk memperoleh gambaran jantung yang optimal.
- Gelombang suara yang dipantulkan akan dikonversi menjadi gambar di monitor.
- Pasien mungkin diminta untuk berbaring miring ke kiri guna mendapatkan pandangan jantung yang lebih baik.
Setelah Pemeriksaan:
- Gel yang tersisa di kulit pasien dibersihkan.
- Hasil tes abnormal segera dilaporkan ke dokter yang menangani pasien.
Peringatan Klinis
- Pasien yang tidak dapat bekerja sama selama tes akibat usia, status mental, nyeri, atau faktor lain mungkin sulit menjalani echocardiography karena pergerakan dapat mengurangi kejelasan gambar.
Echocardiography adalah alat diagnostik yang sangat penting dalam dunia medis, terutama dalam mengevaluasi berbagai kondisi jantung.
Baca juga : Breast Sonogram: Teknik Ultrasonografi untuk Deteksi Kesehatan Payudara
Dengan prosedur yang relatif sederhana dan noninvasif, teknik ini memberikan informasi berharga tentang struktur dan fungsi jantung yang dapat membantu dalam diagnosis dan perencanaan pengobatan.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment