Memahami Electroencephalography (EEG): Prosedur, Manfaat, dan Interpretasi Hasil

Table of Contents

 

Memahami Electroencephalography (EEG) Prosedur, Manfaat, dan Interpretasi Hasil

INFOLABMED.COM - Electroencephalography (EEG) adalah prosedur medis yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik otak. 

Proses Electroencephalography (EEG) dilakukan dengan menempatkan elektroda di beberapa titik pada kulit kepala, yang kemudian menangkap impuls listrik dari lapisan superfisial korteks serebral. 

Impuls ini diteruskan ke elektroensefalograf untuk direkam dan dianalisis lebih lanjut.

Baca juga : Brain Scan (Cerebral Blood Flow): Pemeriksaan Aliran Darah Otak untuk Diagnosis Medis

Fungsi dan Manfaat EEG

EEG digunakan dalam berbagai kondisi medis, termasuk:

  • Diagnosis gangguan kejang, seperti epilepsi.
  • Mendeteksi abses intrakranial dan tumor otak.
  • Mengevaluasi aktivitas listrik otak pada kasus cedera kepala atau meningitis.
  • Mengonfirmasi kematian otak ketika tidak ada aktivitas listrik yang terdeteksi.

Nilai Normal dan Abnormal EEG

Nilai Normal:

  • Gelombang otak yang khas sesuai pola normal.

Makna Kemungkinan dari Hasil Abnormal:

  • Kematian otak.
  • Infark serebral.
  • Ensefalitis.
  • Peningkatan tekanan intrakranial.
  • Abses intrakranial.
  • Hemoragi intrakranial.
  • Tumor intrakranial.
  • Meningitis.
  • Gangguan kejang.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil EEG

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil EEG antara lain:

  • Penggunaan obat-obatan seperti antikonvulsan, barbiturat, kafein, sedatif, dan obat penenang.
  • Hipoglikemia yang dapat memengaruhi pola gelombang otak.
  • Gerakan kepala, tubuh, mata, atau lidah yang bisa menyebabkan perubahan dalam pola gelombang EEG.

Prosedur Pelaksanaan EEG

Persiapan Sebelum Tes

  • Pasien diberi penjelasan mengenai tujuan dan prosedur EEG, serta diberitahu bahwa tidak ada rasa sakit yang akan dirasakan.
  • Tidak diperlukan puasa sebelum tes, tetapi pasien harus menghindari minuman berkafein dalam 8 jam sebelum pemeriksaan.
  • Pasien disarankan untuk mencuci rambut pada malam sebelum pemeriksaan guna membantu pemasangan elektroda.
  • Jika EEG dilakukan dengan studi kurang tidur, pasien harus tidur sesedikit mungkin pada malam sebelumnya.
  • Penghentian obat yang dapat mempengaruhi hasil EEG harus dilakukan sesuai instruksi dokter.

Pelaksanaan Tes EEG

  • Tes EEG biasanya dilakukan di laboratorium EEG, tetapi dalam kasus tertentu, mesin EEG portabel dapat digunakan di tempat tidur pasien.
  • Pasien dapat duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur selama prosedur.
  • Sekitar 20 elektroda dipasang di kulit kepala dengan pasta elektroda, serta elektroda pembumian di telinga.
  • Pasien diminta untuk tetap diam dengan mata tertutup selama perekaman EEG berlangsung.
  • Proses perekaman dapat terganggu sesekali untuk mengizinkan pasien bergerak ke posisi yang lebih nyaman.
  • Beberapa teknik tambahan dapat digunakan untuk memicu pola gelombang otak tertentu, seperti:
    • Hiperventilasi: Pasien bernapas cepat selama 3 menit untuk menimbulkan pola gelombang otak yang terkait dengan gangguan kejang.
    • Fotostimulasi: Cahaya strobo berkedip diarahkan ke wajah pasien untuk memicu pola gelombang otak yang khas pada kejang umum atau parsial.
    • EEG Tidur: Perekaman EEG dilakukan saat pasien tertidur, selama tidur, dan saat bangun untuk mendeteksi abnormalitas yang muncul selama tidur.

Setelah Tes EEG

  • Pasien dapat melanjutkan konsumsi obat seperti biasa dengan persetujuan dokter.
  • Pemantauan aktivitas kejang mungkin diperlukan setelah prosedur.
  • Setelah elektroda dilepas, pasta elektroda dibersihkan menggunakan minyak, aseton, atau witch hazel sebelum pasien mencuci rambutnya kembali.
  • Hasil EEG yang abnormal harus segera dilaporkan kepada dokter yang menangani pasien.

EEG merupakan alat diagnostik yang penting dalam mendeteksi berbagai kondisi neurologis, terutama gangguan kejang dan penyakit otak lainnya. 

Baca juga ; Pemeriksaan Cairan Serebrospinal (CSS)

Dengan persiapan yang tepat dan prosedur yang dilakukan dengan baik, EEG dapat memberikan informasi berharga bagi tenaga medis untuk menentukan diagnosis dan perawatan yang tepat bagi pasien.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment