Mengenal Cholinesterase: Acetylcholinesterase, Cholinesterase RBC, dan Pseudocholinesterase
INFOLABMED.COM - Cholinesterase adalah enzim yang berperan dalam menghidrolisis asetilkolin (ACh), neurotransmitter yang penting dalam transmisi impuls saraf.
Dua jenis utama enzim ini adalah Acetylcholinesterase (sering disebut true cholinesterase) dan Pseudocholinesterase (dikenal juga sebagai serum cholinesterase).
Baca juga : Meningkatnya Enzim Jantung: Apa Artinya bagi Kesehatan Jantung Anda?
Perbedaan Acetylcholinesterase dan Pseudocholinesterase
Acetylcholinesterase ditemukan di jaringan saraf, limpa, dan materi abu-abu otak.
Enzim ini berperan dalam menyampaikan impuls saraf ke serat otot.
Sebaliknya, Pseudocholinesterase diproduksi terutama di hati dan hadir dalam jumlah kecil di pankreas, usus, jantung, serta materi putih otak.
Peran Cholinesterase dalam Medis dan Farmakologi
Cholinesterase memiliki peran penting dalam berbagai kondisi medis dan farmakologi:
- Pajanan Organofosfat: Organofosfat, yang sering ditemukan dalam insektisida dan gas saraf, dapat menonaktifkan Acetylcholinesterase, menyebabkan gangguan fungsi saraf.
- Relaksan Otot: Succinylcholine, obat relaksan otot yang umum digunakan dalam prosedur bedah, biasanya dihancurkan oleh Pseudocholinesterase. Namun, jika tubuh kekurangan enzim ini, pasien dapat mengalami apnea yang berkepanjangan pasca pemberian obat.
- Skrining Sebelum Operasi: Pasien yang akan menerima relaksan otot selama operasi disarankan untuk menjalani pemeriksaan cholinesterase sebelumnya guna menghindari komplikasi anestesi.
Nilai Normal dan Indikasi Klinis
- Nilai normal Cholinesterase: 7–19 U/mL atau 7–19 kU/L (SI units).
- Penurunan kadar Cholinesterase dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis seperti:
- Infeksi akut
- Anemia
- Malnutrisi kronis
- Sirosis dengan jaundice
- Hepatitis
- Tuberkulosis
- Keracunan insektisida organofosfat
- Infark miokard
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Tes
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar Cholinesterase meliputi:
- Hemolisis sampel darah yang dapat mengubah hasil tes.
- Penggunaan obat-obatan tertentu seperti atropin, kafein, estrogen, morfin, dan vitamin K.
- Penggunaan obat anestesi saat operasi, sehingga pengujian sebaiknya tidak dilakukan di ruang pemulihan.
Prosedur Pemeriksaan Cholinesterase
Sebelum Tes:
- Pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes.
- Obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar Cholinesterase harus dihentikan 24 jam sebelum pengambilan sampel darah.
- Jika pasien akan menjalani operasi, sampel darah sebaiknya diambil minimal dua hari sebelum prosedur.
Selama Tes:
- Sampel darah sebanyak 5 mL dikumpulkan dalam tabung EDTA berpenutup ungu dan 2 mL dalam tabung merah tanpa gel.
- Tenaga medis menggunakan sarung tangan selama prosedur untuk mencegah kontaminasi.
Setelah Tes:
- Setelah pengambilan darah, area tusukan ditekan untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.
- Sampel darah diberi label dan segera dikirim ke laboratorium.
- Jika hasil menunjukkan abnormalitas, tenaga medis akan melaporkannya kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Pemeriksaan Cholinesterase penting dalam berbagai kondisi medis, terutama terkait paparan racun dan respons tubuh terhadap obat anestesi.
Baca juga : Peran Penting Enzim dalam Darah: Analisis dan Pengujian untuk Kesehatan
Tes ini dapat membantu dalam diagnosis dan pengelolaan berbagai gangguan kesehatan yang melibatkan fungsi sistem saraf dan metabolisme hati.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment