Memahami Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP): Prosedur, Manfaat, dan Risiko
INFOLABMED.COM - Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) merupakan prosedur radiografi yang memungkinkan visualisasi langsung saluran empedu dan pankreas melalui endoskop.
Prosedur Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) melibatkan penyuntikan media kontras melalui ampula Vater untuk memperoleh gambaran saluran hepatobilier dan pankreas.
Baca juga ; Cholangiography: Prosedur Radiologi untuk Visualisasi Saluran Empedu
Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) sering digunakan untuk mendiagnosis dan menangani gangguan seperti ikterus obstruktif, batu empedu, dan kanker pankreas.
Tujuan dan Manfaat ERCP
ERCP merupakan prosedur yang lebih disukai dibandingkan dengan kolangiografi transhepatik perkutan karena memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah.
Prosedur Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) sangat bermanfaat dalam:
- Mendiagnosis ikterus obstruktif dengan mendeteksi penyumbatan pada saluran empedu.
- Menemukan batu empedu dan penyempitan saluran empedu atau pankreas.
- Mendiagnosis kanker papila duodenum, pankreas, atau saluran empedu.
- Sebagai prosedur terapeutik untuk menangani kebocoran empedu pascaoperasi.
Prosedur ERCP
Sebelum Prosedur:
- Pasien harus berpuasa selama 12 jam sebelum tindakan.
- Pemeriksaan laboratorium seperti BUN dan kreatinin dilakukan untuk menilai fungsi ginjal.
- Pasien dengan alergi terhadap media kontras harus mendapatkan antihistamin atau steroid sebelum prosedur.
- Pasien yang menggunakan metformin (Glucophage) harus menghentikan obat ini dua hari sebelum prosedur untuk mencegah asidosis laktat.
Selama Prosedur:
- Pasien diberikan anestesi topikal pada orofaring.
- Endoskop dimasukkan melalui mulut, melewati esofagus, lambung, dan mencapai duodenum.
- Pasien diposisikan dalam posisi lateral kiri, kemudian dipindahkan ke posisi tengkurap.
- Obat antikolinergik seperti atropin atau glukagon diberikan untuk mengurangi spasme duodenum.
- Kateter dimasukkan ke dalam ampula Vater untuk menyuntikkan media kontras.
- Gambar radiografi diambil untuk menilai kondisi saluran empedu dan pankreas.
Setelah Prosedur:
- Pasien dipantau hingga kondisi stabil.
- Makanan dan minuman ditahan sampai refleks menelan kembali normal.
- Nyeri ringan di perut mungkin terjadi, tetapi nyeri tajam yang berkepanjangan harus segera dilaporkan.
- Fungsi ginjal diperiksa kembali sebelum melanjutkan pengobatan dengan metformin.
Risiko dan Komplikasi ERCP
Meskipun umumnya aman, ERCP memiliki risiko komplikasi, termasuk:
- Pankreatitis (terjadi pada 5%-7% kasus)
- Cholangitis (infeksi saluran empedu)
- Perdarahan dan perforasi saluran empedu atau pankreas
- Retensi urin
Alternatif Non-Invasif: MRCP
Seiring berkembangnya teknologi medis, Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP) kini menjadi alternatif non-invasif untuk ERCP dalam keperluan diagnostik. MRCP tidak memerlukan penyuntikan media kontras dan memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah.
Kontraindikasi ERCP
ERCP tidak dianjurkan untuk:
- Wanita hamil kecuali dalam keadaan darurat.
- Pasien dengan alergi terhadap yodium, makanan laut, atau media kontras.
- Pasien dengan kondisi seperti pankreatitis akut, striktur atau obstruksi esofagus, serta penyakit jantung dan pernapasan yang berat.
Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) merupakan prosedur diagnostik dan terapeutik yang penting untuk penyakit pankreas dan hepatobilier.
Baca juga ; CA 19-9: Tumor Marker untuk Diagnosis dan Pemantauan Kanker Pankreas
Meskipun memiliki risiko, prosedur ini tetap menjadi pilihan utama dalam banyak kasus klinis. Alternatif seperti MRCP dapat menjadi solusi bagi pasien yang ingin menghindari tindakan invasif.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment