Abacavir: Obat Antiviral Penting untuk Terapi HIV, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya!
INFOLABMED.COM - Abacavir adalah obat antivirus yang termasuk dalam golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs).
Obat Abacavir digunakan dalam terapi infeksi HIV untuk memperlambat perkembangan gejala serta menurunkan risiko komplikasi, termasuk AIDS dan infeksi berat.
Baca juga : Pemeriksaan Anti HIV | Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik
Di Indonesia, Abacavir tersedia dalam merek dagang seperti Abacavex dan Abacavir Sulfate.
Apa Itu Abacavir?
Abacavir tidak dapat menyembuhkan HIV/AIDS, tetapi mampu menghambat replikasi virus HIV dalam tubuh.
Dengan begitu, jumlah virus dalam darah menurun dan sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif.
Obat ini hanya dapat digunakan jika dikombinasikan dengan obat anti-HIV lain, sesuai anjuran dokter.
Manfaat Abacavir
- Memperlambat perkembangan infeksi HIV
- Menurunkan risiko komplikasi seperti AIDS, infeksi oportunistik, dan kanker tertentu
- Membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis Abacavir ditentukan berdasarkan usia dan berat badan:
- Dewasa dan anak ≥3 bulan dengan BB ≥25 kg: 300 mg dua kali sehari atau 600 mg sekali sehari
- Anak-anak: Dosis disesuaikan antara 150 mg hingga 450 mg per hari tergantung berat badan
Abacavir sebaiknya diminum secara teratur di waktu yang sama setiap hari. Jangan menggandakan dosis jika lupa.
Cara Mengonsumsi Abacavir
- Konsumsi sebelum atau sesudah makan
- Telan tablet dengan air, atau gerus dan campur dengan air jika sulit menelan
- Simpan di tempat sejuk dan kering, jauhkan dari anak-anak
Peringatan Penggunaan Abacavir
- Jangan gunakan tanpa resep dokter
- Hindari jika memiliki alergi terhadap Abacavir atau gangguan hati berat
- Tidak disarankan bagi pasien dengan genetik HLA-B*5701
- Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, atau menggunakan obat lain
Interaksi Obat
Beberapa interaksi obat yang perlu diperhatikan:
- Risiko kerusakan hati meningkat jika dikombinasikan dengan ribavirin
- Efektivitas menurun jika digunakan bersama phenytoin, rifampicin, atau phenobarbital
- Penurunan kadar methadone
- Hindari alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping
Efek Samping Abacavir
Efek samping umum:
- Sakit kepala
- Mual, muntah, diare
- Sulit tidur, mimpi aneh
- Tidak nafsu makan
- Hidung tersumbat
Efek samping serius yang perlu perhatian medis segera:
- Reaksi alergi berat
- Gangguan hati atau gejala penyakit kuning
- Asidosis laktat (lemas, napas cepat, nyeri otot)
- Gangguan saraf (kesemutan, gangguan berjalan)
- Nyeri dada menjalar ke rahang atau lengan
Abacavir untuk Ibu Hamil dan Menyusui
- Ibu hamil: Kategori C – hanya digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya
Baca juga : Mengenal HIV/AIDS: Fakta, Mitos, dan Cara Penularannya
- Ibu menyusui: Tidak dianjurkan menyusui jika terinfeksi HIV karena risiko penularan melalui ASI
Dengan mengikuti aturan penggunaan dan berkonsultasi dengan dokter, terapi HIV menggunakan Abacavir dapat memberikan hasil optimal serta meningkatkan kualitas hidup pasien.***
Post a Comment