Abemaciclib: Solusi Terbaru untuk Kanker Payudara Stadium Lanjut, Kenali Cara Kerjanya!
INFOLABMED.COM - Abemaciclib adalah obat resep dari golongan penghambat protein kinase yang digunakan sebagai terapi untuk mengatasi kanker payudara stadium lanjut dan metastasis.
Di Indonesia, salah satu merek dagang Abemaciclib yang terkenal adalah Yulareb.
Baca juga : CA 15-3: Tumor Marker untuk Kanker Payudara dan Penyakit Lainnya
Obat Abemaciclib tersedia dalam bentuk tablet dan hanya bisa dikonsumsi sesuai resep dan pengawasan dokter.
Cara Kerja Abemaciclib
Abemaciclib bekerja dengan cara menghambat protein kinase, yaitu enzim yang berperan penting dalam proses pembelahan dan pertumbuhan sel kanker.
Dengan menghambat enzim ini, pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dapat diperlambat atau dihentikan, sehingga membantu mengontrol perkembangan kanker.
Obat ini bisa digunakan sebagai monoterapi (obat tunggal) maupun dikombinasikan dengan obat kanker lain seperti anastrazole, exemestane, fulvestrant, letrozole, atau tamoxifen, terutama dalam terapi hormonal untuk pasien kanker payudara positif hormon.
Dosis dan Aturan Pakai Abemaciclib
- Untuk kombinasi terapi hormon: 150 mg dua kali sehari, selama maksimal 2 tahun.
- Sebagai monoterapi untuk kanker payudara metastasis: 200 mg dua kali sehari.
Penting: Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter. Abemaciclib dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, dan harus ditelan utuh dengan air putih.
Peringatan Penggunaan Abemaciclib
Sebelum menggunakan Abemaciclib, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai:
- Riwayat alergi
- Penyakit hati, ginjal, atau gangguan pernapasan
- Kondisi hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan
- Penggunaan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal
Obat ini tidak disarankan untuk ibu menyusui dan berisiko untuk janin jika digunakan selama kehamilan (Kategori D).
Efek Samping Abemaciclib
Efek samping umum:
- Mual, muntah, hilang nafsu makan
- Sakit kepala, diare, sembelit
- Nyeri sendi, rambut rontok, sariawan
Efek samping serius:
- Lemas, linglung
- Kulit atau mata menguning
- Detak jantung tidak teratur
- Sesak napas, nyeri dada
- Gejala infeksi seperti demam dan batuk
Jika Anda mengalami gejala efek samping serius, segera konsultasikan ke dokter.
Interaksi Obat
Abemaciclib dapat berinteraksi dengan:
- Obat yang meningkatkan efek: clarithromycin, itraconazole, ketoconazole, lopinavir-ritonavir
- Obat yang menurunkan efek: rifampicin, phenytoin, carbamazepine
- Obat antasida atau penurun asam lambung (minum 2 jam sebelum atau sesudah Abemaciclib)
Abemaciclib (Yulareb) memberikan harapan baru bagi pasien kanker payudara stadium lanjut atau metastasis.
Baca juga : BRCA 1/2: Mutasi Gen yang Meningkatkan Risiko Kanker Payudara dan Ovarium
Dengan pemakaian yang tepat dan pengawasan dokter, terapi ini bisa menjadi bagian penting dari strategi penanganan kanker yang lebih efektif.
Untuk hasil terbaik, ikuti anjuran medis secara disiplin dan jangan lupa untuk melakukan kontrol rutin.***
Post a Comment