Memahami Electrophysiologic Study (EPS, Bundle of His Procedure): Prosedur, Manfaat, dan Risiko

Table of Contents

 

Memahami Electrophysiologic Study (EPS, Bundle of His Procedure) Prosedur, Manfaat, dan Risiko

INFOLABMED.COM - Electrophysiologic Study (EPS) atau studi elektrofisiologi jantung adalah prosedur diagnostik yang dilakukan untuk mengevaluasi sistem kelistrikan jantung. 

Prosedur Electrophysiologic Study (EPS) sering digunakan untuk mendeteksi dan menilai aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. 

Baca juga : Ambulatory Electrocardiography: Pemantauan Jantung Holter dan Event Monitoring untuk Deteksi Dini Aritmia

Salah satu aspek penting dari Electrophysiologic Study (EPS) adalah Bundle of His Procedure, yang bertujuan untuk menilai konduksi listrik melalui jalur konduksi jantung.

Apa Itu Electrophysiologic Study (EPS)?

EPS melibatkan penggunaan kateter elektroda yang dimasukkan ke dalam atrium kanan dan ventrikel kanan jantung. 

Kateter ini biasanya dimasukkan melalui vena perifer untuk menghindari risiko perdarahan yang lebih besar jika menggunakan sistem arteri. 

Setelah kateter berada di tempatnya, dokter akan melakukan stimulasi listrik terprogram untuk menilai fungsi sistem konduksi jantung.

Tujuan dan Manfaat EPS

EPS memiliki beberapa manfaat utama, antara lain:

  • Mengevaluasi sistem konduksi listrik jantung.
  • Mendeteksi dan mengidentifikasi penyebab aritmia.
  • Menentukan efektivitas obat antiaritmia dalam mengontrol gangguan irama jantung.
  • Menentukan strategi pengobatan terbaik, termasuk ablasi atau pemasangan alat pacu jantung.

Prosedur Electrophysiologic Study (EPS)

Persiapan Sebelum EPS

  • Pasien harus berpuasa minimal 8 jam sebelum prosedur.
  • Obat antiaritmia mungkin perlu dihentikan beberapa hari sebelum prosedur.
  • Pasien akan diberikan informasi mengenai prosedur dan diminta menandatangani formulir persetujuan.
  • Status sirkulasi dan neuromuskular pada kaki pasien akan diperiksa sebagai baseline.
  • Pemberian sedasi ringan untuk membantu pasien merasa lebih nyaman.

Tahapan Pelaksanaan EPS

  1. Pasien diposisikan dalam keadaan berbaring di meja pemeriksaan di laboratorium kateterisasi jantung.
  2. Pemasangan jalur intravena (IV) dan pemantauan jantung dilakukan.
  3. Tim medis memastikan ketersediaan alat resusitasi dan suction.
  4. Lokasi tusukan (biasanya vena femoralis) dibersihkan dan dibius lokal.
  5. Kateter dimasukkan dan diarahkan ke atrium kanan dan ventrikel kanan menggunakan fluoroskopi.
  6. Setelah kateter berada di posisi yang tepat, dilakukan perekaman EKG dasar.
  7. Stimulasi listrik digunakan untuk memicu aritmia guna membantu diagnosis.
  8. Jika aritmia berlanjut, terapi seperti kardioversi atau defibrilasi dapat dilakukan.
  9. Jika ditemukan area yang menyebabkan gangguan irama jantung, dokter dapat melakukan ablasi untuk menghancurkan jaringan yang bermasalah.
  10. Setelah prosedur selesai, kateter dilepas dan area tusukan ditutup dengan perban bertekanan.

Pemantauan Pasca-Prosedur

  • Pemantauan tanda-tanda vital dan status neurologis dilakukan secara berkala.
  • Pemeriksaan warna, pergerakan, suhu, dan sensasi ekstremitas yang terkena.
  • Evaluasi adanya perdarahan atau pembengkakan di area tusukan.
  • Pasien diinstruksikan untuk tetap beristirahat di tempat tidur selama minimal 8 jam.
  • Obat-obatan dilanjutkan sesuai instruksi dokter.
  • Jika ada tanda-tanda komplikasi, segera laporkan ke dokter.

Interpretasi Hasil EPS

Hasil Normal:

  • Interval konduksi yang normal.
  • Tidak ada aritmia yang terinduksi.

Hasil Abnormal Dapat Mengindikasikan:

  • Gangguan nodus atrioventrikular (AV).
  • Aritmia jantung.
  • Defek elektrokonduksi.
  • Blok jantung.
  • Gangguan nodus sinoatrial.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil EPS

Beberapa obat dapat memengaruhi hasil EPS, seperti:

  • Analgesik
  • Antiaritmia
  • Sedatif
  • Trankuilizer

Risiko dan Efek Samping EPS

Meskipun EPS relatif aman, beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi:

  • Aritmia yang lebih serius
  • Stroke embolik akibat kateter
  • Infark miokard
  • Perdarahan
  • Perforasi miokard
  • Gangguan vaskular perifer
  • Flebitis di area pemasangan kateter

Kontraindikasi EPS

EPS tidak dianjurkan bagi pasien dengan:

  • Infark miokard akut
  • Ketidakmampuan bekerja sama karena faktor usia, kondisi mental, atau nyeri berat

Electrophysiologic Study (EPS) adalah prosedur penting dalam mendiagnosis dan mengelola aritmia jantung. 

Baca juga : Pentingnya Kalsium dalam Darah: Peran, Regulasi, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Dengan teknik stimulasi listrik yang dikontrol, dokter dapat menilai fungsi konduksi jantung dan menentukan terapi yang tepat. 

Meskipun memiliki beberapa risiko, EPS tetap menjadi alat diagnostik yang sangat berguna bagi pasien dengan gangguan irama jantung.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment