Electronystagmography (ENG): Uji Diagnostik untuk Gangguan Keseimbangan dan Vertigo
INFOLABMED.COM - Electronystagmography (ENG) adalah pemeriksaan yang digunakan untuk menilai pasien dengan keluhan pusing, vertigo, atau gangguan keseimbangan.
Tes Electronystagmography (ENG) mengevaluasi refleks okulovestibular, yang melibatkan interaksi antara otot yang mengontrol pergerakan mata (sistem okular) dan sistem vestibular.
Baca juga : Memahami Arterial Blood Gases (ABGs, Blood Gases): Indikator Keseimbangan Asam-Basa dalam Tubuh
Refleks ini menghasilkan gerakan mata involunter maju-mundur yang disebut nistagmus.
Bagaimana ENG Bekerja?
Saat kepala bergerak, mata secara alami menyimpang perlahan ke arah berlawanan.
Ketika mencapai batas pergerakannya, mata akan dengan cepat kembali ke tengah, dan nistagmus berhenti.
Namun, pada kondisi abnormal, nistagmus berlangsung lebih lama dan dapat disebabkan oleh lesi perifer seperti gangguan pada saraf kranial kedelapan atau gangguan pada batang otak dan otak kecil.
Karena nistagmus abnormal merupakan tanda utama gangguan vestibular, ENG membantu mengidentifikasi penyebab pusing, vertigo, tinnitus, atau gangguan pendengaran.
Komponen Tes Electronystagmography (ENG)
Tes ENG terdiri dari tiga bagian utama:
- Evaluasi Oculomotor – Mengukur respons mata terhadap berbagai rangsangan visual.
- Pengujian Posisi dan Posisi Kepala – Mengidentifikasi nistagmus yang dipicu oleh perubahan posisi kepala.
- Stimulasi Kalorik – Menggunakan air hangat atau dingin untuk menstimulasi sistem vestibular.
Selama tes, gerakan mata dicatat menggunakan elektroda yang ditempatkan di sekitar mata untuk mendeteksi nistagmus lateral dan vertikal.
Makna Hasil Tes ENG
- Nilai Normal: Pola gelombang normal.
- Nilai Abnormal: Dapat mengindikasikan gangguan pada batang otak, otak kecil, saraf kranial VIII, tumor, kelainan bawaan, infeksi, penyakit Meniere, multiple sclerosis, atau ototoksisitas.
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Tes
- Penggunaan obat seperti depresan sistem saraf pusat (SSP) atau stimulan SSP.
- Konsumsi alkohol dalam 72 jam sebelum tes.
- Faktor teknis seperti kelopak mata berkedip berlebihan atau elektroda yang tidak terpasang dengan benar.
Persiapan Sebelum Tes ENG
- Pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes, tetapi disarankan untuk menghindari makan berlebihan karena tes dapat menyebabkan mual dan pusing.
- Hindari alkohol, kafein, dan obat-obatan (kecuali yang diresepkan) selama 24-72 jam sebelum tes.
- Pastikan saluran telinga bersih dan tidak ada sumbatan kotoran telinga.
Prosedur Pelaksanaan Tes
- Kalibrasi: Pasien diminta melihat cahaya yang bergerak ke kanan dan kiri untuk mengkalibrasi alat.
- Tes Gaze Nystagmus: Pasien melihat lurus ke depan dan memfokuskan pada target yang bergerak ke kanan, kiri, atas, dan bawah.
- Smooth Pursuit Tracking: Pasien mengikuti pergerakan benda bergerak seperti pendulum.
- Tes Optokinetik: Pasien mengikuti objek yang bergerak melintasi bidang visual.
- Tes Posisi: Manuver Dix-Hallpike dilakukan untuk menilai adanya nistagmus akibat Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).
- Tes Kalorik: Air hangat dan dingin dimasukkan ke dalam telinga untuk menstimulasi sistem vestibular.
Setelah Tes
- Elektroda dilepas, dan kulit pasien dibersihkan dari sisa pasta elektroda.
- Pasien diperiksa untuk tanda-tanda kelemahan, pusing, atau mual.
- Jika perlu, pasien dapat beristirahat sebelum kembali beraktivitas.
- Hasil tes akan dilaporkan ke dokter yang menangani pasien.
Peringatan Klinis
- Hasil normal pada tes ENG tidak selalu menunjukkan fungsi vestibular yang normal.
- Stimulasi okulomotor dengan cahaya dapat memicu kejang pada pasien yang rentan.
- Karena tes dapat menyebabkan pusing atau mual, pasien disarankan untuk tidak mengemudi sendiri setelah prosedur.
Kontraindikasi Tes ENG
- Pasien dengan gendang telinga yang pecah.
- Pasien dengan alat pacu jantung.
Baca juga : Uji Gas Darah Arteri / Arterial Blood Gas (ABG)
- Pasien yang tidak dapat bekerja sama selama pemeriksaan.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment