Elektromiografi (EMG): Prosedur, Manfaat, dan Indikasi Pemeriksaan Otot
INFOLABMED.COM - Elektromiografi (EMG) adalah pemeriksaan yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik dalam kelompok otot rangka.
Elektromiografi (EMG) biasanya dilakukan bersamaan dengan studi konduksi saraf (electroneurography/ENG), dan keduanya dikenal sebagai pemeriksaan elektrodiagnostik.
Baca juga : Memahami Tes CK-NAC: Pentingnya dalam Mendiagnosis Kerusakan Otot
Pemeriksaan Elektromiografi (EMG) penting untuk mendiagnosis penyebab kelemahan otot serta membedakan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan otot (miopati) atau gangguan saraf (neuropati).
Prosedur Elektromiografi (EMG)
Pemeriksaan EMG dilakukan dengan memasukkan elektroda jarum ke dalam otot yang akan diuji.
Alat ini kemudian merekam kondisi otot saat istirahat dan selama kontraksi sukarela.
Otot normal tidak menunjukkan aktivitas listrik saat istirahat, sementara selama kontraksi, muncul potensial aksi dengan frekuensi dan amplitudo yang bervariasi.
Indikasi Pemeriksaan EMG
EMG direkomendasikan bagi pasien yang mengalami:
- Kelemahan otot yang tidak diketahui penyebabnya
- Gangguan saraf tepi seperti neuropati perifer
- Sindrom terowongan karpal
- Miopati atau kelainan pada serat otot
- Gangguan saraf motorik seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau poliomielitis
Interpretasi Hasil EMG
Hasil EMG dapat membantu mengidentifikasi berbagai gangguan neuromuskular, antara lain:
- Neuropati perifer: Misalnya akibat diabetes mellitus atau sindrom Guillain-Barre.
- Miopati: Seperti distrofi otot atau miopati inflamasi.
- Gangguan saraf motorik: Seperti ALS atau penyakit neuron motorik lainnya.
- Radikulopati: Cedera atau gangguan pada akar saraf tulang belakang.
Persiapan dan Kontraindikasi
Sebelum menjalani EMG, pasien sebaiknya menghindari konsumsi kafein dan nikotin selama tiga jam sebelum pemeriksaan. Tidak diperlukan puasa, tetapi pasien perlu menandatangani formulir persetujuan. Pemeriksaan ini dikontraindikasikan bagi pasien dengan gangguan pembekuan darah atau yang sedang menjalani terapi antikoagulan.
Efek Samping dan Perawatan Pasca Pemeriksaan
Setelah EMG, pasien mungkin mengalami nyeri ringan di area yang disuntik elektroda. Nyeri ini dapat diatasi dengan analgesik ringan.
Selain itu, hasil EMG dapat memengaruhi tes enzim seperti kreatin kinase dan aspartat aminotransferase (AST), sehingga pengambilan sampel darah sebaiknya dilakukan sebelum atau lima hari setelah EMG.
Elektromiografi (EMG) adalah pemeriksaan penting untuk mendiagnosis berbagai gangguan otot dan saraf.
Baca juga : Uji Aldolase (ALD) pada Serum - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik
Tes Elektromiografi (EMG) memberikan gambaran yang jelas mengenai aktivitas listrik otot serta membantu membedakan antara gangguan miopati dan neuropati.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, EMG sering dikombinasikan dengan studi konduksi saraf (ENG).
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment