Endometrial Biopsy: Prosedur, Indikasi, dan Risiko yang Perlu Diketahui

Table of Contents

 

Endometrial Biopsy Prosedur, Indikasi, dan Risiko yang Perlu Diketahui

INFOLABMED.COM - Endometrial biopsy atau biopsi endometrium adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mengambil sampel jaringan dari endometrium, lapisan dalam rahim. 

Prosedur  Endometrial biopsy digunakan dalam evaluasi perdarahan abnormal atau pascamenopause serta untuk mendeteksi adanya kanker endometrium atau kondisi prakanker lainnya. 

Baca juga : Biaya Biopsi Rahim: Prosedur, Fungsi, dan Estimasi Biaya di Berbagai Rumah Sakit

Selain itu,  Endometrial biopsy juga dapat membantu menilai respons rahim terhadap terapi hormon, mengevaluasi infertilitas, serta sebagai tindak lanjut dari hasil Pap smear abnormal yang mengindikasikan kemungkinan adanya sel abnormal dari endometrium, terutama pada wanita berusia di atas 40 tahun.

Indikasi Biopsi Endometrium

Berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Brigham and Women’s Hospital (2005), biopsi endometrium diindikasikan pada pasien yang menjalani terapi penggantian hormon (HRT) dalam kondisi berikut:

  • Pasien dengan HRT siklik mengalami perdarahan tidak terjadwal atau perdarahan sebelum hari ke-6 pemberian progestin.
  • Pasien dengan HRT kontinu mengalami perdarahan setelah 6 hingga 9 bulan penggunaan.
  • Pasien mengalami perdarahan setelah periode amenore yang berkepanjangan.
  • Pasien dengan perdarahan berlebihan pada HRT kontinu.

Jika hasil biopsi menunjukkan endometrium hanya dalam fase proliferatif, maka dosis estrogen dapat ditingkatkan atau pasien dapat beralih ke rejimen HRT siklik.

Interpretasi Hasil Biopsi Endometrium

Hasil Normal

  • Tidak ditemukan sel abnormal.

Hasil Abnormal dan Kemungkinan Makna

  • Endometrium atrofi: Menunjukkan penipisan jaringan endometrium, umumnya terjadi pada wanita pascamenopause.
  • Hiperplasia kompleks atipikal: Kondisi prakanker yang berisiko berkembang menjadi kanker endometrium.
  • Kanker endometrium: Dapat dideteksi melalui adanya sel ganas pada jaringan biopsi.
  • Hiperplasia sederhana: Pertumbuhan berlebih jaringan endometrium yang tidak selalu berkembang menjadi kanker.
  • Fibroid rahim: Pertumbuhan jinak pada dinding rahim.
  • Polip rahim: Massa jinak yang tumbuh pada endometrium, bisa menyebabkan perdarahan abnormal.

Prosedur Biopsi Endometrium

Persiapan Sebelum Prosedur

  • Pasien diberi penjelasan mengenai tujuan dan prosedur tes.
  • NSAID oral seperti ibuprofen dapat dikonsumsi sebelum prosedur untuk mengurangi nyeri atau kram.
  • Pasien tidak perlu menjalani puasa sebelum prosedur.
  • Dokter akan meminta pasien menandatangani informed consent.

Langkah-Langkah Prosedur

  1. Pasien diposisikan dalam posisi litotomi (berbaring dengan kedua kaki diangkat).
  2. Pemeriksaan panggul bimanual dilakukan untuk menilai ukuran dan posisi rahim.
  3. Spekulum dimasukkan ke dalam vagina untuk memperlihatkan leher rahim.
  4. Leher rahim dianestesi dengan semprotan benzokain dan dibersihkan dengan larutan povidone-iodine.
  5. Probe dimasukkan untuk mengukur kedalaman rahim.
  6. Jika leher rahim terlalu sempit, dokter mungkin akan melakukan dilatasi dengan dilator kecil hingga cukup terbuka untuk memasukkan instrumen biopsi.
  7. Kateter biopsi dimasukkan ke dalam rahim dan dilakukan gerakan in-out minimal empat kali untuk mendapatkan sampel jaringan.
  8. Kateter dan instrumen lainnya dikeluarkan dengan hati-hati.
  9. Sampel jaringan ditempatkan dalam larutan pengawet dan dikirim ke laboratorium untuk analisis.

Setelah Prosedur

  • Pasien dapat mengalami sedikit perdarahan ringan atau kram setelah prosedur.
  • Hasil biopsi akan dianalisis dan dilaporkan kepada dokter yang merawat pasien.
  • Jika ditemukan hasil abnormal, dokter akan mendiskusikan langkah selanjutnya.

Risiko dan Efek Samping

Meskipun prosedur ini umumnya aman, terdapat beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:

  • Perdarahan berlebihan
  • Infeksi
  • Perforasi rahim
  • Robekan pada leher rahim

Jika terjadi perdarahan berat, demam, atau nyeri hebat setelah prosedur, pasien harus segera menghubungi dokter.

Kontraindikasi Biopsi Endometrium

Prosedur ini tidak dapat dilakukan pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Sedang hamil
  • Mengalami penyakit radang panggul akut
  • Memiliki gangguan pembekuan darah
  • Mengalami infeksi akut pada serviks atau vagina
  • Menderita kanker serviks
  • Memiliki obesitas morbid
  • Mengalami stenosis serviks yang parah

Biopsi endometrium adalah prosedur yang penting untuk mendiagnosis berbagai kondisi ginekologi, termasuk kanker endometrium. 

Baca juga : Waspadai Risiko Terkena Kanker Rahim di Usia Muda, Ini Penyebabnya

Meskipun memiliki beberapa risiko, prosedur ini tetap menjadi pilihan utama dalam evaluasi perdarahan abnormal, infertilitas, dan efektivitas terapi hormon. 

Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment