Fecal Fat: Pemeriksaan Penting untuk Deteksi Gangguan Penyerapan Lemak

Table of Contents

Fecal Fat Pemeriksaan Penting untuk Deteksi Gangguan Penyerapan Lemak


INFOLABMED.COM - Pemeriksaan Fecal Fat atau lemak dalam feses merupakan salah satu metode penting dalam menilai fungsi sistem pencernaan, khususnya dalam mendeteksi gangguan penyerapan lemak (malabsorpsi). 

Proses penyerapan lemak yang normal membutuhkan kerja sama antara empedu dari kantung empedu atau hati, enzim pankreas, serta usus yang sehat.

Baca juga : Belajar tentang Feses dan Kenali Warnanya

Apa Itu Fecal Fat?

Dalam kondisi normal, seseorang yang mengonsumsi diet seimbang hanya akan mengeluarkan lemak dalam feses sebanyak kurang dari 20% dari total padatan feses. 

Lemak ini berasal dari sel-sel usus yang luruh, lipid makanan yang tidak terserap, dan sekresi dari saluran gastrointestinal.

Namun, jika terjadi gangguan penyerapan, maka jumlah lemak yang dikeluarkan lewat feses akan meningkat, suatu kondisi yang dikenal sebagai steatorrhea

Kondisi ini sering ditemukan pada penyakit seperti Crohn’s diseasecystic fibrosis, dan Whipple’s disease.

Nilai Normal

  • 1–7 gram per hari (atau 3.5–25 mmol/hari dalam satuan SI)

Arti Nilai Abnormal

Kadar fecal fat yang melebihi nilai normal bisa mengindikasikan berbagai kondisi medis, antara lain:

  • Amyloidosis
  • Penyakit Celiac (sprue)
  • Penyakit Crohn
  • Cystic fibrosis
  • Diare kronis
  • Divertikulosis
  • Enteritis
  • Penyakit hepatobilier
  • Limfoma
  • Penyakit pankreas
  • Pasca operasi reseksi usus
  • Whipple’s disease

Faktor yang Mempengaruhi Hasil

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi akurasi hasil tes fecal fat antara lain:

  • Konsumsi bariumbismut, atau minyak mineral
  • Diet tinggi serat
  • Penggunaan supositoria rektal
  • Konsumsi psyllium atau castor oil

Persiapan dan Prosedur Pemeriksaan

Sebelum Pemeriksaan

  • Pasien perlu mengonsumsi diet tinggi lemak (sekitar 100 gram per hari) selama 3 hari sebelum dan selama 3 hari masa pengumpulan sampel.
  • Pasien diminta mengumpulkan semua feses selama periode 72 jam (3 hari).
  • Hindari kontaminasi sampel oleh urin atau kertas toilet.
  • Minyak mineral dan castor oil harus dihentikan selama 6 hari sebelum dan selama pengumpulan sampel.

Selama Pemeriksaan

  • Feses dapat dikumpulkan dalam wadah plastik besar dan disimpan dalam lemari pembeku atau dikirim langsung ke laboratorium.
  • Penggunaan sarung tangan dianjurkan saat menangani sampel.

Setelah Pemeriksaan

  • Sampel diberi label dan dikirim ke laboratorium.
  • Pasien dapat kembali ke pola makan dan pengobatan seperti biasa.
  • Hasil abnormal harus dilaporkan kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan fecal fat merupakan alat diagnostik penting untuk menilai gangguan penyerapan lemak. 

Deteksi dini dari gangguan ini dapat membantu mengidentifikasi berbagai kondisi medis serius yang mendasarinya. 

Baca juga : Analisis Feses: Pemeriksaan Penting untuk Mendiagnosis Kondisi Saluran Pencernaan

Konsultasikan hasil pemeriksaan kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment