Mengenal Ferritin: Penanda Awal Kekurangan Zat Besi Sebelum Anemia Terjadi
INFOLABMED.COM - Ferritin adalah protein utama dalam tubuh yang berfungsi menyimpan zat besi.
Karena itu, pengukuran kadar ferritin menjadi indikator yang sangat baik untuk menilai jumlah cadangan zat besi yang tersedia dalam tubuh seseorang.
Baca juga : Tes Darah Ferritin
Bahkan, penurunan kadar ferritin bisa terdeteksi lebih awal sebelum munculnya gejala anemia.
Ferritin dan Tahapan Anemia Defisiensi Besi
Kekurangan zat besi terjadi dalam beberapa tahap:
- Tahap 1: Cadangan zat besi berupa ferritin dan hemosiderin mulai menurun.
- Tahap 2: Kadar zat besi serum mulai turun, dan kapasitas total pengikatan zat besi (TIBC) meningkat.
- Tahap 3: Kadar hemoglobin menurun dan sintesis heme terganggu, yang menandai munculnya anemia defisiensi besi.
Karena itulah, ferritin digunakan dalam diagnosis banding berbagai jenis anemia, bersama dengan pemeriksaan kadar zat besi dan TIBC.
Siapa Saja yang Berisiko?
Di Amerika Serikat, faktor-faktor sosial ekonomi seperti ras, pendapatan, dan tingkat pendidikan dikaitkan dengan kekurangan zat besi dan anemia.
Beberapa kelompok yang dianggap berisiko tinggi meliputi:
- Wanita dewasa
- Imigran baru
- Remaja perempuan yang menjalani diet ekstrem atau mengalami obesitas
- Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah
Pemeriksaan ferritin sangat direkomendasikan untuk skrining pada kelompok-kelompok ini karena sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi dalam mendeteksi defisiensi zat besi pada pasien anemia.
Nilai Normal Kadar Ferritin
- Pria: 12−300 ng/mL
- Wanita: 12−150 ng/mL
- Anak >5 bulan: 7–140 ng/mL
- Bayi 2–5 bulan: 50–200 ng/mL
- Bayi 1 bulan: 200–600 ng/mL
- Bayi baru lahir: 25–200 ng/mL
Arti Nilai Ferritin Abnormal
Peningkatan Ferritin
Bisa terjadi pada:
- Hepatitis akut
- Infark miokard akut
- Anemia non-defisiensi besi
- Penyakit peradangan kronis
- Penyakit ginjal kronis
- Sirosis hati
- Hemokromatosis
- Leukemia, kanker, artritis reumatoid, dan lainnya
Penurunan Ferritin
Ditemukan pada:
- Anemia defisiensi besi
- Malnutrisi
- Menstruasi
- Kehamilan
- Penyakit radang usus
- Pasca bedah saluran cerna
- Pasien hemodialisis
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan
Kadar ferritin bisa meningkat secara palsu karena:
- Konsumsi suplemen zat besi atau makanan tinggi zat besi
- Setelah transfusi darah
- Setelah menerima radiopharmaceutical untuk pemindaian nuklir
Prosedur dan Tindakan
Sebelum Tes:
- Pasien dijelaskan tujuan pemeriksaan dan pengambilan sampel darah. Tidak diperlukan puasa.
Selama Tes:
- Diambil 7 mL darah menggunakan tabung koleksi bertutup merah.
Setelah Tes:
- Tekan lokasi tusukan vena, pasang perban, dan amati jika ada perdarahan lanjutan.
- Sampel dilabeli dan dikirim ke laboratorium.
Catatan Klinik Penting
- Pengobatan anemia defisiensi besi dengan ferrous sulfat dilanjutkan 3–6 bulan setelah kadar hemoglobin kembali normal, guna mengisi kembali cadangan ferritin.
Baca juga : Transfusi Ferritin Bukan Merupakan Prosedur Pengobatan Anemia? Memahami Transfusi Zat Besi dan Tingkat Ferritin
- Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari saluran cerna.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment