Mengenal Fibrinogen (Factor I): Peran Penting dalam Proses Pembekuan Darah dan Deteksi Penyakit
INFOLABMED.COM - Fibrinogen atau Faktor I adalah polipeptida penting yang disintesis di hati dan berperan krusial dalam proses hemostasis.
Ketika terjadi cedera pada pembuluh darah, enzim trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin, yang kemudian membentuk bekuan darah stabil dengan bantuan Faktor XIII.
Baca juga : Tes Profil Koagulasi: Tujuan, Jenis, Prosedur, Biaya, dan Evaluasi Hasil
Pemeriksaan kadar fibrinogen kerap digunakan untuk mengevaluasi gangguan perdarahan serta memantau kondisi penyakit hati yang progresif.
Fungsi dan Tujuan Pemeriksaan Fibrinogen
Pemeriksaan kadar fibrinogen dilakukan saat ditemukan kelainan pada tes pembekuan darah lainnya seperti Prothrombin Time (PT), Activated Partial Thromboplastin Time (APTT), D-dimer, atau produk degradasi fibrin (FDP).
Tes Fibrinogen juga berguna dalam pemantauan status penyakit hati kronis.
Nilai Normal Fibrinogen
- 200–400 mg/dL atau 2.0–4.0 g/L (dalam satuan SI)
Arti Kadar Fibrinogen yang Tidak Normal
Peningkatan Kadar Fibrinogen
Peningkatan fibrinogen dapat menjadi indikator kondisi seperti:
- Infeksi akut
- Luka bakar
- Penyakit jantung
- Kanker (payudara, ginjal, lambung)
- Infark miokard (serangan jantung)
- Radang sendi (artritis reumatoid)
- Kehamilan akhir dan menstruasi
- Tuberkulosis
- Pneumonia
- Demam rematik
- Glomerulonefritis
- Periode pasca-operasi
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar fibrinogen yang tinggi, meskipun tidak dapat diobati langsung, dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah dan penyakit kardiovaskular.
Oleh karena itu, faktor risiko jantung yang dapat dimodifikasi perlu ditangani secara agresif.
Penurunan Kadar Fibrinogen
Penurunan kadar fibrinogen bisa terjadi pada kondisi berikut:
- Kanker stadium lanjut
- DIC (disseminated intravascular coagulation)
- Eklampsia
- Hemofilia A dan B
- Penyakit hati seperti sirosis
- Malnutrisi
- Leukemia
- Reaksi transfusi
- Syok atau sepsis
- Anemia berat
- Emboli cairan ketuban
- Afibrinogenemia herediter
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan
- Hemolisis sampel darah atau transfusi darah dalam 1 bulan terakhir dapat mempengaruhi hasil.
- Obat yang meningkatkan fibrinogen: estrogen, kontrasepsi oral.
- Obat yang menurunkan fibrinogen: atenolol, statin, kortikosteroid, fluorourasil, progestin, trombolitik, ticlodipine, asam valproat.
Prosedur dan Persiapan Pemeriksaan
- Persiapan: Tidak diperlukan puasa.
- Pengambilan Sampel: Darah diambil sebanyak 7 mL ke dalam tabung biru muda (light blue-top tube).
- Pasca Pemeriksaan:
- Tekan lokasi pengambilan darah selama 3–5 menit.
- Pasien diminta memantau perdarahan dan kembali ke fasilitas kesehatan jika muncul perdarahan yang sulit dihentikan.
Tindakan Klinis dan Waspada Efek Samping
Jika hasil pemeriksaan abnormal, petugas medis harus segera melaporkan ke dokter utama untuk tindakan lebih lanjut.
Baca juga : Uji Fibrinogen (Plasma) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik
Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah hematoma di lokasi pengambilan darah akibat waktu perdarahan yang berkepanjangan.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***
Post a Comment