Waspadai Peningkatan Fibrinopeptide A (FPA): Penanda Proses Pembekuan Darah Abnormal

Table of Contents
Waspadai Peningkatan Fibrinopeptide A (FPA) Penanda Proses Pembekuan Darah Abnormal


INFOLABMED.COM - Fibrinopeptide A (FPA) adalah zat yang dilepaskan selama proses pembekuan darah, khususnya saat fibrin terbentuk dari fibrinogen akibat stimulasi oleh trombin. 

Pengujian kadar FPA digunakan sebagai penanda penting untuk menilai laju konversi fibrinogen menjadi fibrin, yang merupakan tahap akhir dari proses hemostasis.

Baca juga : Tes Saring Hemostasis : Tes Fibrinogen

Proses Terbentuknya FPA dalam Hemostasis

Hemostasis melibatkan jalur intrinsik dan ekstrinsik yang berujung pada aktivasi faktor koagulasi X. 

Aktivasi ini kemudian memicu konversi protrombin menjadi trombin. Trombin berperan dalam pembentukan fibrin dari fibrinogen. 

Dalam proses ini, Fibrinopeptide A dilepaskan sebagai produk sampingan dan dapat diukur untuk menilai aktivitas koagulasi.

Tujuan Pemeriksaan FPA

Tes Fibrinopeptide A dilakukan untuk:

  • Menilai aktivitas trombin dalam mengubah fibrinogen menjadi fibrin
  • Mendeteksi adanya proses pembekuan darah yang abnormal
  • Membantu diagnosis kondisi seperti Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Nilai Normal FPA

Rentang nilai normal FPA adalah 0,6–1,9 ng/mL.

Arti Nilai FPA yang Tidak Normal

Peningkatan Kadar FPA Terjadi pada:

  • Selulitis
  • DIC (Disseminated Intravascular Coagulation)
  • Infeksi
  • Leukemia
  • Kanker atau keganasan
  • Infark miokard
  • Emboli paru
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Trombosis

Penurunan Kadar FPA

  • Terjadi pada pasien yang menjalani terapi antikoagulan

Faktor yang Mempengaruhi Kadar FPA

  • Obat-obatan, terutama antikoagulan, dapat menurunkan kadar FPA.

Prosedur Pengambilan Sampel Tes FPA

Pra-Analisa

  • Pasien dijelaskan mengenai tujuan pemeriksaan.
  • Tidak diperlukan puasa sebelum tes dilakukan.

Prosedur

  • Darah sebanyak 7 mL diambil menggunakan tabung biru (blue-top tube).
  • Petugas medis wajib mengenakan sarung tangan.

Pasca-Pengambilan

  • Tekanan diberikan pada area vena bekas pengambilan darah.
  • Area ditutup perban dan dipantau dari kemungkinan perdarahan.
  • Tabung darah dibalik perlahan, diberi label, dan dikirim ke laboratorium.
  • Hasil yang abnormal harus segera dilaporkan ke dokter.

Peringatan Klinis

  • Komplikasi potensial: Hematoma karena waktu perdarahan yang memanjang.

Baca juga : Mengenal Fibrinogen (Factor I): Peran Penting dalam Proses Pembekuan Darah dan Deteksi Penyakit

  • Pasien harus diberi tahu untuk memantau lokasi pengambilan darah. Jika terjadi perdarahan berulang, segera tekan langsung pada lokasi, dan jika tidak berhenti, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment